Survei: Mayoritas Publik Tidak Setuju Ibu Kota Dipindahkan ke Kaltim, yang Setuju Hanya 36 Persen

- 27 Februari 2022, 15:00 WIB
Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah
Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah /Beritaindonesia/

GALAJABAR - Mayoritas masyarakat tidak setuju ibu kota negara (IKN) dipindahkan dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal tersebut berdasarkan survei terbaru dari Indonesia Political Opinion (IPO) periode 15 sampai 22 Februari 2022.

Survei tersebut dilakukan dengan metode wawancara penelitian melalui sambungan telepon kepada responden.

Survei ini melibatkan data populasi sebanyak 196.420 orang yang dimiliki IPO sejak periode 2019-2021.

Baca Juga: Pemilu 2024 Mau Diundur Karena Aspirasi Rakyat, AHY Bingung: Rakyat yang Mana?

Dari total populasi, ada 7.200 responden yang memungkinkan untuk menjadi responden. Metode ini memiliki margin of error 2.90 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen.

Hasilnya, 53 persen responden tidak setuju IKN dipindahkan ke Kaltim dan 4 persen sangat tidak setuju.

Sedangkan yang menyatakan setuju sebanyak 36 persen dan 7 persen menyatakan sangat setuju IKN dipindahkan.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah Putra mengatakan pihaknya melakukan spot check pada 15 persen dari total populasi.

Halaman:

Editor: Noval Anwari Faiz


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah