PAN Kritik Keras Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung hingga Sebut ‘Drakula Pengisap Darah’ Bagi APBN

- 9 November 2021, 20:02 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. //Kemenkeu/Agus

GALAJABAR – Pemerintah masih terus merealokasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.

Salah satunya untuk tambahan modal terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga atau badan negara lainnya, termasuk juga Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati membeberkan akan menarik total Rp 33 triliun dana cadangan PEN untuk tambahan modal kepada BUMN serta lembaga atau badan negara lainnya.

Baca Juga: Sekda Cakra Amiyana Buka Kejuaraan Futsal Bupati Cup 2021, Berlangsung 5 Hari Diikuti 35 Klub

Menanggapi hal tersebut, politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN), Dimas Prakoso Akbar menegaskan bahwa dana PEN harusnya difokuskan untuk sektor kesehatan, pendidikan, pariwisata, UMKM hingga perpajakan.

Melalui cuitannya, Dimas menyoroti kucuran dana PEN untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Menurutnya, proyek tersebut bagaikan ‘drakula pengisap darah’ bagi APBN.

Baca Juga: Pemuda ini Dikeplak TNI karena Geber Motor di Lampu Merah, Netizen Ramai-ramai Apresiasi Tindakan Tentara

“Proyek kereta cepat semakin menegaskan keberadaannya bagaikan "drakula pengisap darah" bagi APBN,” ujarnya melalui Twitter pribadi @dimasakbarz Selasa, 9 November 2021.

“Selain pendanaan yg membengkak kini mulai menyedot dana PEN yang seharusnya digunakan utk fokus pemulihan ekonomi ditengah pandemi,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah